Jumat, 04 September 2015

POHON BERINGIN

(04/09/2015 20:33 Cipt: Cut Karen)

Ketika cinta takbisa terkendali
Maka kau yang ingin ku kenali

Tak pernah terbayangkan
Ranting-rantingku akan gemetar
Pada senyum mu..

Slalu meniupi daun-daun ku
Bahkan kau lukis aku dalam bukumu
Besar dan berbeda

Setiap hari
Berharap aroma parfum mu
Lewat dalam sela-sela akarku

Senang ku hanya mampir
Tak pernah benarbenar singgah

Mungkin diluar sana
Kau akan banyak menemukan bunga
Bahkan mutiara yang cantik jelita

Namun yang kau harus tau
Kau akan tak benar-benar merasa nyaman
Merasa benar-benar tak terlindungi

Mungkin ku bagai pohon beringin
Menyeramkan,menakutkan 
Bahkan bisa membuat mu ragu

Namun dalam hujan..
Dalam badai..
Dalam kesedihan..
Dalam kelelahan..
Bahkan dalam tangisanmu..
Aku slalu ada..

Jika memang begitu..
Aku rela kau ibaratkan pohon beringin..
Aku slalu tumbuh..

Begitu pula sejujurnya..
Aku slalu tumbuh..
Tuk buat mu tentram pada nuraniku
Dan buat ku slalu ada ditempat utama
Dalam hatimu..

*for someone *i want you to know that someone want to know you

Selasa, 13 Januari 2015

My Poem and Opinion

2 April 2014 8:25 AM


MANUSIA MASJID
Cipt; Cut Karen

Di kubah emas itu
Ia alunkan ayat Al-Quran
Duduk bersila sambil mendekap sajadah
dan getarkan kata dengan suara adzan

Sorban yang setia menggeliat
Tak kunjung putus cinta akan langkahnya
Kumis yang lebat buatnya tampan
Kulit yang sudah mulai pudar,
karena terbasuh sucinya kedinginan
Tetap ia langkahi semua jala-jala

Tangan di telinga
Dan kopiah yang selalu bertengger dikepalanya
terlihat sempurna...
Gedung pencakar langit hiraukan suara menjalar,
dan keraskan suara diskotik mabuk-mabukan

11 buah butir gulir putih yang selalu lompat lewat selah jarinya
Seperti anak ingusan yang tertawa berirama
Dan ditemani bilar-bilar kemegahan sisi kanan dan kiri

Langkah selalu jadi pasti baginya,jika renggut iman..
Bulu dikakinya selalu terbasuh
Mulut merahnya selalu jahit tangisan-tangisan kedustaan

Langit seakan tak pernah bisu jelujur imannya
Matahari seakan tak pernah jatuh untuk teduhnya
Anak masjid..
Seakan jalan selalu tumbuh dikepalanya
Dan rezeki selalu berlabuh di hatinya
"Alhamdulillah" ucapnya
"Subhanallah" ucapku

*Catatan : ini dibuat karena waktu itu pengen ikut sebuah perlombaan walaupun hasilnya mengecewakan,because maybe it's my destiny . Tapi yang pasti seorang pria yang mengabdi sebagian waktunya dimasjid itu subhanallah.Bukan berarti sepenuhnya (idealis) tapi ya begitu. 

Terkadang kegantengan,kekayaan,dsb bisa kalah dengan aura seorang pria yang soleh.
Contohnya manusia ganteng+soleh dibawah ini :') Subhanallah...


Fatih Seferagic