MANUSIA MASJID
Cipt; Cut Karen
Di kubah emas itu
Ia alunkan ayat Al-Quran
Duduk bersila sambil mendekap sajadah
dan getarkan kata dengan suara adzan
Sorban yang setia menggeliat
Tak kunjung putus cinta akan langkahnya
Kumis yang lebat buatnya tampan
Kulit yang sudah mulai pudar,
karena terbasuh sucinya kedinginan
Tetap ia langkahi semua jala-jala
Tangan di telinga
Dan kopiah yang selalu bertengger dikepalanya
terlihat sempurna...
Gedung pencakar langit hiraukan suara menjalar,
dan keraskan suara diskotik mabuk-mabukan
11 buah butir gulir putih yang selalu lompat lewat selah jarinya
Seperti anak ingusan yang tertawa berirama
Dan ditemani bilar-bilar kemegahan sisi kanan dan kiri
Langkah selalu jadi pasti baginya,jika renggut iman..
Bulu dikakinya selalu terbasuh
Mulut merahnya selalu jahit tangisan-tangisan kedustaan
Langit seakan tak pernah bisu jelujur imannya
Matahari seakan tak pernah jatuh untuk teduhnya
Anak masjid..
Seakan jalan selalu tumbuh dikepalanya
Dan rezeki selalu berlabuh di hatinya
"Alhamdulillah" ucapnya
"Subhanallah" ucapku
*Catatan : ini dibuat karena waktu itu pengen ikut sebuah perlombaan walaupun hasilnya mengecewakan,because maybe it's my destiny . Tapi yang pasti seorang pria yang mengabdi sebagian waktunya dimasjid itu subhanallah.Bukan berarti sepenuhnya (idealis) tapi ya begitu.
Terkadang kegantengan,kekayaan,dsb bisa kalah dengan aura seorang pria yang soleh.
Contohnya manusia ganteng+soleh dibawah ini :') Subhanallah...
Fatih Seferagic
